Just another useless ramblings

Backup!

Seberapa seringkah Anda mem-backup data2 di komputer pribadi Anda?

Gw? kagak pernah euy :( palingan baru nge-backup kalau mau pindah komputer. Padahal beberapa kali (yayaya sial banget deh gw) mengalami kejadian failure yang recovery-nya susah bahkan gak bisa. Anjrit! Kalau nggak bisa di-recover trus ngapain? Ya hilang lah data2 penting itu! Termasuk data2 gw dari SMA, foto2, dokumen2 penuh kenangan yang bisa dipakai nostalgia, hilang semua.

Lho terus kok nggak kapok? :( soalnya bingung juga mau dibackup-nya kemana. Ke harddisk lagi? itu ibaratnya mindahin telor dari satu keranjang ke keranjang lain. Ke media optical (cdrom dvd dlsb)? Wah rentan rusak. Setahun sekali mesti di-refresh koleksinya (dipindahkan ke CD-R/DVD-R baru). Itu pun kalau rajin. Ke flashdisk? Memori model begitu juga ada umurnya *lirik tumpukan thumbdrive berbagai ukuran yang udah ga bisa dipake lagi*. Ke tape drive? ini memang aman sih tapi gila apa duitnya dari mana oii T_T

Solusinya dulu yang sempat diterapkan adalah, pasang backup dimana2 :D Datang ke teman, tanyain ‘eh boleh pinjem 1 GB ga?’ ‘buat paan?’ ‘backup data guee’. Ya kira2 seperti itu lah. Itu dilakukan ke beberapa teman :D jadi kalau data kita tiba2 hilang nggak bingun menyimpannya kecuali si teman tadi udah menghapusnya ‘eh gue mau install game anjrit’ hehehe :) ) Triknya supaya si teman nggak baca2 data2 kita adalah, di kompres dulu (zip/rar/7z/dlsb..) kemudian di password. Ya yang di backup sih yang penting2 aja (kalau dulu misalnya tugas akhir dll). Lumayan hemat dan aman :)

Kalau datanya banyak gimana? Saat ini yang biaya per banyaknya data yang termurah adalah harddisk. Resiko? jelas.. tapi kan murah :) Selamat mem-backup!!

intriguing, salah satu bahasan di slashdot adalah artikel PC world dengan judul

Desktop Linux: The Dream Is Dead http://bit.ly/bOwMu3 .

Menurut gw, salah satu alasannya adalah karena linux nggak didukung sama semua vendor hardware. Salah satu contoh misalnya, di laptop gw ada accelerometer untuk mendeteksi apakah laptop gw lagi jatuh/bergetar. Kalau dia lagi bergetar/akan jatuh, maka harddisknya akan segera melakukan park head untuk mencegah kerusakan pada platter-nya. Hal penting ini sayangnya masih tergantung pada software driver untuk mengaturnya (otherwise pasti akan jalan di OS mana aja walau pake DOS sekalipun). Pada linux, developer opensource yang baik hati terpaksa harus reverse engineering untuk dapat memanfaatkan sistem ini, dan mereka berhasil! Walaupun sayangnya accelerometer itu sekarang dianggap sebagai input driver x_x. Singkatnya harddisk gw belum terlindungi.

Alasan lainnya yang rada susah buat gw tawar2 adalah, bad sound quality. Kualitas suara pulse audio pada device intel HDA sucks. Ada crackle dimana2, bass yang over sampe spiker internal laptop gw jadi kresek2, volume kontrol yang logaritmik bukan linear (geser dikit volumenya naik luar biasa), dan yang heboh, the volume goes waaaay over 100%. Kita bisa ngegedein suaranya sampe berkali lipat lebih gede dari volume maksimum normalnya, sampe itu terjadi clipping dimana2 dan spiker yang mau pecah x_x serem deh!

Positifnya, it’s VERY stable. Jangankan crash, melambat aja belum pernah (misalnya bengong karena sesuatu makan kebanyakan CPU time). Dan sangat efisien! gw pernah buka beberapa window chrome yang masing2 isinya 30-an tab (sampe jadi icon semua tuh, dah gak keliatan lagi judul tab-nya), sambil firefox juga dengan puluhan tab, sambil tweetdeck, sambil system monitor, sambil buka belasan terminal, sambil main starcraft 2 pake wine. Edan nggak melambat juga, semua itu dengan cpu 2 tahun yang lalu (yah memang memorinya 4 GB sih).

Kesimpulan gw, dari sisi core-nya sendiri sih linux udah siap (makanya linux merajai di tingkat server dan data center). tinggal tetex bengex yang lain2nya aja. Sound, user interface, dll. Semua itu masih bisa diperbaiki Smile.

So.. no sir, it ain’t dead, yet..

Linux vs. Solaris

Sekedar biar nggak lupa. Perintah-perintah yang dasar masih tetap sama, tapi rada keatas mulai timbul perbedaannya.

misal perintah ifconfig, kalo di linux:
danu@queenara:~$ ifconfig
eth0      Link encap:Ethernet
(…)

sementara di solaris, harus pakai argumen. ifconfig doang nggak bisa:
danu@opensolaris-vm:~$ ifconfig -a
lo0: flags=2001000849<UP,LOOPBACK,RUNNING,MULTICAST,IPv4,VIRTUAL> mtu 8232 index 1
    inet 127.0.0.1 netmask ff000000

mau lihat informasi CPU, kalo di linux tinggal cat /proc/cpuinfo
danu@queenara:~$ head /proc/cpuinfo
processor       : 0
vendor_id       : GenuineIntel
cpu family      : 6
model           : 26
model name      : Intel(R) Xeon(R) CPU           E5504  @ 2.00GHz
stepping        : 5
cpu MHz         : 1596.000
cache size      : 4096 KB
physical id     : 1
siblings        : 4

kalo di solaris ada command-nya sendiri..
danu@opensolaris-vm:~$ psrinfo -v
Status of virtual processor 0 as of: 09/06/2010 13:57:08
  on-line since 09/05/2010 19:58:04.
  The i386 processor operates at 2368 MHz,
    and has an i387 compatible floating point processor.

dll dsb dst..

Trackpoint apaan sih? Menurut XKCD, (minjem gambarnya)

 

IMHO trackpoint lebih nyaman dari trackpad, soalnya jari2 kita gerakannya nggak terlalu banyak, dan lebih deket dengan keyboard. Lebih nyaman aja sih, tapi YMMV.

Salah satu kelemahan trackpad adalah, no middle click :-| (with a physical button). Padahal penting, misal buat browsing, middle click = open new tab. Dan banyak deh fungsi lainnya. Untuk mengatasi kelemahan tersebut, beginilah konfigurasi nip… err.. TrackPoint gue:

IMG00066-20100712-0828

NetBook dan HD Video

lho kok blog-nya di update?? Jadi, tadi saya mau nonton Angel Beats episode 4 dengan resolusi 720p yang baruu saja di download eheheh. FRAK! video-nya kok patah2? Ternyata DXVA-nya nggak aktif karena file yang saya download nggak di encode sedemikian hingga DXVA compatible. Duh ngomong apaan sih? Jadi begini… kita bahas pelan2 yuuuk

HD video menawarkan resolusi yang lebih tinggi, sehingga gambarnya lebih detail dan nyaman untuk dilihat. Resolusi HD yang umum  adalah 1280×720 (720p) dan 1920×1080(1080p). Untuk menghadirkan gambar bergerak dengan resolusi setinggi itu, diperlukan bandwidth yang sangat besaar. Sebagai ilustrasi, dengan kualitas warna penuh diperlukan 24 bit per pixel untuk menampilkan 1 pixel saja. Itu sama aja dengan 24/8bit, 3 byte per pixel. Jadii (buka calculator) pada 1 frame 720p diperlukan 2764800 byte! Bulatkan aja jadi 2 megabyte per frame. Sementara pada video yang biasa kita lihat umumnya terdapat 24 frame per detiknya :-| which is 48 megabyte per detik!! belum data suaranya… hiiy jadi kapan dong selesai downloadnya? dan mau ditaruh dimana?? T__T

Read the rest of this entry »

Tag Cloud

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.