Just another useless ramblings

NetBook dan HD Video

lho kok blog-nya di update?? Jadi, tadi saya mau nonton Angel Beats episode 4 dengan resolusi 720p yang baruu saja di download eheheh. FRAK! video-nya kok patah2? Ternyata DXVA-nya nggak aktif karena file yang saya download nggak di encode sedemikian hingga DXVA compatible. Duh ngomong apaan sih? Jadi begini… kita bahas pelan2 yuuuk

HD video menawarkan resolusi yang lebih tinggi, sehingga gambarnya lebih detail dan nyaman untuk dilihat. Resolusi HD yang umum  adalah 1280×720 (720p) dan 1920×1080(1080p). Untuk menghadirkan gambar bergerak dengan resolusi setinggi itu, diperlukan bandwidth yang sangat besaar. Sebagai ilustrasi, dengan kualitas warna penuh diperlukan 24 bit per pixel untuk menampilkan 1 pixel saja. Itu sama aja dengan 24/8bit, 3 byte per pixel. Jadii (buka calculator) pada 1 frame 720p diperlukan 2764800 byte! Bulatkan aja jadi 2 megabyte per frame. Sementara pada video yang biasa kita lihat umumnya terdapat 24 frame per detiknya :-| which is 48 megabyte per detik!! belum data suaranya… hiiy jadi kapan dong selesai downloadnya? dan mau ditaruh dimana?? T__T

Tenangg file2 video yang kita download dari internet umumnya dikompres (atau istilah kerennya, di encode) dengan teknik kompresi video H264 atau Xvid. Teknik kompresi tersebut akan mengecilkan ruang data yang dibutuhkan untuk menyimpan file video, dengan teknik matematika dan algoritma yang rumit dan canggih! Terjadi penurunan kualitas? Jelas dong, karena teknik kompresi yang digunakan adalah teknik lossy. Tetapi loss-nya nggak parah2 banget kan? sehingga masih tetap bisa dinikmati hasilnya. Untuk menterjemahkan hasil kompresi rumit tadi ke gambar dan suara, tentu diperlukan komputasi yang rumit pula.

Pada saat saya iseng menulis entri blog ini, netbook umumnya mengemas CPU yang daya komputasinya rendah. Akan tetapii, netbook membayarnya dengan bentuk yang lebih kecil, daya tahan batere yang lebih lama, dan suhu kerja yang lebih dingin dari kebanyakan laptop biasa. Sayangnya, komputer kita membutuhkan daya komputasi yang baik untuk menterjemahkan file2 HD yang sudah kita download menjadi gambar yang cantik dan mulus (gerakannya :p). Daya komputasi pada CPU netbook tidak cukup kuat untuk memainkan file2 video HD yang terkompresi dengan Xvid atau H264 T__T. Itulah salah satu alasan kenapa Angel Beats 4 HD yang udah capek2 di-download patah2 ketika saya mainkan huhuhuu..

Beberapa Netbook mengemas GPU untuk membantu CPU-nya. GPU adalah Graphic Processing Unit yang berguna untuk… main game :p. Kenapa main game? karena pada GPU lah terjadi proses untuk membentuk gambar 3D dari game2 yang kita mainkan! :D . Untuk memproses gambar 3D diperlukan mesin matematika yang dapat mengerjakan komputasi parallel dengan cepat. Video decoding, adalah proses matematika yang rumit pula kan, apakah bisa dibebankan ke GPU? Singkatnya, tentu bisa :) proses matematika pada encoding video mirip dengan apa yang biasa dilakukan GPU untuk mengolah gambar 3D. Salah satu teknik decoding video dengan GPU adalah DXVA (DirectX Video Acceleration) yang diterapkan di sistem operasi MS Windows.

Dengan DXVA, Netbook dapat memainkan file HD dengan mudah. Daya komputasi CPU yang kecil nggak menjadi halangan lagi. Implementasinya nggak semudah itu dong, ada beberapa aturan main yang harus ditepati sehingga sang netbook dapat dipakai nonton file2 HD, yang selengkapnya disini. Panjang banget :| .

Syarat yang paling utama adalah, GPU yang sesuai. Berikutnya yang penting, software media player yang digunakan bisa menggunakan DXVA. Salah satu software yang saya pakai adalah Media Player Classic Homecinema. Syarat lainnya adalah, pada proses kompresi (encoding)-nya harus sesuai dengan kemampuan komputasi GPU. Kalau tidak, GPU tidak akan dapat men-decode hasil kompresinya. Ketika GPU nggak sanggup lagi, maka proses decoding dibalikkan lagi ke CPU. Ini alasan kedua kenapa Angel Beats 4 HD yang udah capek2 di-download patah2 ketika saya mainkan huhuhuu.. *copy-paste*

Terus bagaimana dong solusinya? yang termudah adalah, mencari software decoder H264 yang paling efisien, sehingga CPU yang lemah sekalipun dapat menjalankan tugas mulianya untuk memainkan Angel Beats 4 tadi. Mbah Google menyatakan, bahwa CoreAVC adalah software decoder yang paling efisien saat ini. Sayangnya CoreAVC nggak gratis, tetapi nggak apa-apa lah :”>. Akhirnya, dengan CoreAVC decoder, saya bisa memainkan Angel Beats 4 HD, walaupun dengan CPU usage 100% dan yah .. sedikit patah2 sih.

Yak, kesimpulan kita pada malam hari yang cerah ini adalah:

  • NetBook bisa saja memainkan file HD yang terkompresi video H264 asalkaan
  • GPU-nya DXVA compatible
  • Softwarenya DXVA compatible
  • Video-nya juga DXVA compatible

Nggak usah khawatir, netbook terbaru juga rata2 mengemas intel GMA500 yang kompatibel dengan DXVA. Dan sebagian besar video HD H264 juga di encode sedemikian hingga DXVA compatible… Terkadang sih adaa aja yang nggak, seperti Angel Beats 4 saya ini T_T

Gimana kalau pakai Linux? Pada Linux terdapat library Open Source bernama VDPAU yang berfungsi sama denga DXVA, meng-offload kerjaan decoding video ke GPU.

Data teknis:

Hardware yang digunakan:

  • CPU Athlon Neo MV-40 1,6 GHz single core, 512KB cache. Menurut benchmark yang beredar, CPU ini setara dengan CPU AthlonXP yang saya gunakan pada jaman jadul dulu… ahh nostalgia deh :”>
  • GPU: ATI Mobility Radeon HD3200. GPU entry level ini dapat memainkan file HD terkompresi dengan H264 sampai resolusi 1080p!

Software:

  • OS MS Windows 7 Pro 32-bit
  • Media Player Classic Home Cinema
  • CoreAVC Decoder 2.0
  • uTorrent untuk downloadnya :”>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.