intriguing, salah satu bahasan di slashdot adalah artikel PC world dengan judul
Desktop Linux: The Dream Is Dead http://bit.ly/bOwMu3 .
Menurut gw, salah satu alasannya adalah karena linux nggak didukung sama semua vendor hardware. Salah satu contoh misalnya, di laptop gw ada accelerometer untuk mendeteksi apakah laptop gw lagi jatuh/bergetar. Kalau dia lagi bergetar/akan jatuh, maka harddisknya akan segera melakukan park head untuk mencegah kerusakan pada platter-nya. Hal penting ini sayangnya masih tergantung pada software driver untuk mengaturnya (otherwise pasti akan jalan di OS mana aja walau pake DOS sekalipun). Pada linux, developer opensource yang baik hati terpaksa harus reverse engineering untuk dapat memanfaatkan sistem ini, dan mereka berhasil! Walaupun sayangnya accelerometer itu sekarang dianggap sebagai input driver x_x. Singkatnya harddisk gw belum terlindungi.
Alasan lainnya yang rada susah buat gw tawar2 adalah, bad sound quality. Kualitas suara pulse audio pada device intel HDA sucks. Ada crackle dimana2, bass yang over sampe spiker internal laptop gw jadi kresek2, volume kontrol yang logaritmik bukan linear (geser dikit volumenya naik luar biasa), dan yang heboh, the volume goes waaaay over 100%. Kita bisa ngegedein suaranya sampe berkali lipat lebih gede dari volume maksimum normalnya, sampe itu terjadi clipping dimana2 dan spiker yang mau pecah x_x serem deh!
Positifnya, it’s VERY stable. Jangankan crash, melambat aja belum pernah (misalnya bengong karena sesuatu makan kebanyakan CPU time). Dan sangat efisien! gw pernah buka beberapa window chrome yang masing2 isinya 30-an tab (sampe jadi icon semua tuh, dah gak keliatan lagi judul tab-nya), sambil firefox juga dengan puluhan tab, sambil tweetdeck, sambil system monitor, sambil buka belasan terminal, sambil main starcraft 2 pake wine. Edan nggak melambat juga, semua itu dengan cpu 2 tahun yang lalu (yah memang memorinya 4 GB sih).
Kesimpulan gw, dari sisi core-nya sendiri sih linux udah siap (makanya linux merajai di tingkat server dan data center). tinggal tetex bengex yang lain2nya aja. Sound, user interface, dll. Semua itu masih bisa diperbaiki
.
So.. no sir, it ain’t dead, yet..